Saturday, September 29, 2012

KULINER


ANEKA JAJANAN/JAJE KHAS BALI
Mirip dengan jajanan pasar di daerah lainnya di Bali juga terdapat berbagai macam jajanan pasar yang selain harganya murah ( mulai dari Rp.250 - Rp.1.000 ) rasanya juga enak. Dan pengolahannya juga masi secara tradisional ( tanpa pewarna berbahaya, pengawet, dsb )


JAJE BATUN BEDIL

 Bentuknya bulatan-bulatan pipih. Rasanya kenyal gurih diselimuti adonan encer dari gula merah. Taburan kelapa parut yang gurih dan wangi membuat rasanya makin enak. Nama batun bedil alias batu bedil atau peluru karena bentuknya mirip dengan peluru.



JAJE LAKLAK
Kalau di Jawa di kenal dengan nama Serabi, nah di Bali juga ada, namanya Laklak, jaje Laklak merupakan jajanan pasar tradisional Bali yang terbuat dari tepung beras, Kapur sirih, Daun kayu sugih dan bahan tambahannya berupa parutan kelapa, gula merah dan garam. Bentuknya bundar, salah satu sisinya kasar berwarna hijau dan sisi lainnya lembut berwarna putih. Biasanya laklak disajikan dengan ditaburi parutan kelapa dan disiram dengan larutan gula merah yang cukup kental. Paling enak disajikan hangat


JAJE ULI
Jaja uli merupakan makanan khas bali yang diwariskan oleh nenek moyang. Jaja uli ini biasanya digunakan sebagai sesajen pada saat odalan seperti hari raya galungan, hari raya kuningan, hari raya pagerwesi dan lain – lain. Terbuat dari bahan dasar tepung beras jaje uli ada dua variasi yaitu jaja uli berwarna putih dan jaja uli berwarna coklat. Jika yang jaja uli putih dibuat dengan campuran gula pasir,maka jaja uli kering coklat dibuat dengan campuran gula bali. Namun walaupun berbeda warna jaje tersebut rasanya tetap enak. Jaje uli ada yang dijual basah atau digoreng kering.



MASAKAN KHAS DAERAH BALI

JUKUT SEROMBOTAN
Sejenis urap sayur mayur, kangkung, bayam, kancang panjang, taoge, dll, tapi diatasnya disiram sambal yang encer, terus biasanya dikasih irisan terong bulet yang sebesar bola bekel itu, kadang juga diberi irisan buah paya (pare), dan ditaburi kacang goreng. Ini mau dimakan pakai nasi hangat maupun dijadiin camilan sama enaknya hehe


JUKUT ARES
Jukut Ares terbuat dari pohon pisang yang masih kecil dicampur dengan rusuk dan daging (sapi, babi, bebek), dan rempah-rempah. Hal ini biasanya disajikan dalam upacara ritual Bali, disajikan untuk keluarga dan orang-orang yang membantu dalam mengatur upacara. Jukut Ares disajikan dengan nasi.



LAWAR
Makanan ini digunakan sebagai sajian dan hidangan, serta telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali. Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapa dan kadang-kadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri, darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari. Tapi jangan salah, lawar di bali bukan cuma BABI, byk jenisnya kok, ada lawar ayam, lawar kacang panjang, dsb.


SATE KAKUL
Kakul atau keong sawah merupakan sajian kuliner unik dan termasuk sulit dan jarang ditemui namun peminat masakan satu ini semakin meluas. Dikarenakan makanan ini sehat dan tanpa kolesterol!


SATE NYUH/KELAPA

Nyuh atau kelapa merupakan bahan dominan di sate khas pulau dewata ini. Kelapa dicampur dengan daging ( babi, ayam, sapi ) ataupun ikan ( sesuai keinginan ) dan diracik dengan bumbu rempah-rempah khas Bali. Kemudian dibakar hingga memicu aroma yang sangat menggiurkan. Biasanya disajikan dengan sambal dan nasi hangat.


BETUTU AYAM/BEBEK
merupakan salah satu masakan khas Bali yang sangat populer dan diburu oleh pencinta kuliner dalam dan luar negeri. Tidak salah jika Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali. Biasanya dibuat dari ayam/bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat. Ayam/Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang. Karena proses masak yang rumit dan memakan waktu lama inilah yang membuat betutu khas Bali sangat terkenal dan menjadi sajian istimewa di rumah makan.


BE PASIH
Makanan ini terbuat dari ikan laut segar, yang dilaburi dengan bumbu bawang putih, ketumbar, kunyit, terasi, garam dan kadang-kadang dengan kencur. Setelah bumbu ikannya meresap, lalu dipanggang dengan arang kayu atau arang batok kelapa. Adapun bahan sambalnya terdiri atas bawang merah, cabai rawit, sereh, terasi bakar, garam, dan bisa juga ditambahkan cabai besar untuk memberi tambahan rasa. Bahan-bahan tersebut dicampur, dirajang halus, lalu diremas-remas untuk menyatukan rasa. Terakhir, ditambahkan minyak kelapa asli dan air perasan jeruk limau. Makanan ini cukup populer di daerah-daerah pesisir Bali; diantaranya di pantai Jimbaran (Kuta), pantai Sanur (Denpasar), dan pantai Lebih (Gianyar).


RUJAK KUAH PINDANG
Dan yang ini adalah rujak buah. Yang paling enak ya rujak mangga muda bumbu kuah pindang. Bumbu dasarnya tidak jauh beda dengan rujak pada umumnya, garam, terasi, cabe, bedanya disini tidak pake gula merah. Tapi air kuah dari pemrosesan ikan yang dipindang. Enaknya disantap siang hari pas cuaca lagi panas-panasnya, wajib di coba! Sangat recommended hehe


RUJAK BULUNG
Hampir sama dengan rujak kuah pindang. Perbedaannya hanya saja pada rujak bulung, mangga diganti dengan bulung/ rumput laut dan ditambah parutan kelapa serta sedikit lengkuas dan jeruk lemo. Ada 2 jenis rumput laut yang biasa digunakan untuk rujak ini yaitu yang berwarna putih dan hijau.



ES DALUMAN/CINCAU
Abis makan rujak enaknya minum yang seger-seger! Di Bali es daluman merupakan minuman tradisional yang memukau. Minuman ini terbuat dari daun daluman yang dicampur air hangat, diremas-remas hingga berbusa, kemudian disaring hingga bersih, lalu didiamkan pada tempat yang sejuk kurang lebih 1-2 jam. Setelah mengetal, daluman ini bisa langsung dikomsumsi dengan campura santan, gula merah dan es secukupnya. Kesegarannya langsung berasa. Selain dapat mengatasi sembelit, minuman ini dapat mengurangi panas dalam.


NASI CAMPUR KHAS BALI

NASI JINGGO
Andalan anak kost di Bali nih, haha. Adanya di malam hari, nasi jinggo terdiri dari nasi, mie, ayam suwir, tempe kering, serundeng dan tentunya sambal (semuanya dalam porsi yang mini/sedikit). Ciri khas lainnya ada nasi ini dibungkus dengan daun pisang. Untuk ukuran orang dewasa, mengkonsumsi 2-3 bungkus mungkin baru terasa kenyang. Biasa dijual dipinggir jalan dengan menggunakan meja seadanya ada dalam keranjang di atas sepeda motor. Harganya?? Per bungkus cuma Rp.2000 sampai Rp.3000 aja.



NASI CAMPUR KHAS BALI ALA WARUNG




NASI CAMPUR KHAS BALI ALA RESTO

Friday, September 28, 2012

Ayo Belajar Bahasa Bali...


Bali gak hanya tempat wisata yang unik, bahasnya pun unik.
Apa salahnya kita pelajari sebelum kita berlibur disana, ya gak? jadi waktu kita disana seenggaknya kita bisa sedikit bahasa mereka. 
Siapa tau juga ada cowok bali asli yang bisa kita ajak kenalan hehe :p


Sembilan Sepuluh Sebelas Duabelas - Siya Dasa Solas Roras

Lima Enam Tujuh Delapan - Lima Nenem Pitu Kutus

Satu Dua Tiga Empat - Siki Kalih Tiga Papat

Terima kasih banyak ya. - Matur suksma ping banget nggih.

Saya baik-baik saja. - Tiang becik-becik kemanten.

Apa kabar? - Punapi gatrane?

Apa nama daerah ini? - Napi wastan gumine niki?

Siapa nama anda? - Sira pesengan ragane?

Permisi...saya mau bertanya. - Nunas lugra...tyang jagi metaken.

Kamu sudah punya pacar? - Ragane sampun maduwe gagelan?

Jangan bicara begitu! - Sampunang ngeraos kenten!

Boleh saya lewat sini? - Dados tyang ngambahin meriki?

Permisi...saya numpang lewat. - Nunas lugra...tyang nyelang margi.

Selamat Hari Raya Galungan. - Rahajeng Rerahinan Galungan.

Di mana tempatnya Tanah Lot? - Ring dija genah Tanah Lot?

Boleh kurang nggak? - Dados kirang nggih?

Berapa harganya ini? - Aji kuda niki?

Saya mau pulang sekarang - Tyang jagi mapamit mangkin

Kamu kerja di mana? - Ragane ring dija makarya?

Mau pergi ke mana? - Jagi lunga kija?


Nah temen-temen, segitu dulu ya belajar bahasa Balinya. Nanti kalo ada kata-kata baru lagi, bakal diposting kok disini, ditunggu yaaa....

Thursday, September 27, 2012

Hari Besar Umat Hindu


                 Hari Raya Nyepi 



Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahun Baru Caka (pergantian tahun Caka). Yaitu pada hari Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sarining air hidup (Tirtha Amertha Kamandalu). Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap Dewa-Dewa tersebut. 




Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Bhuwana Alit (alam manusia) dan Bhuwana Agung (alam semesta). Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi adalah sebagai berikut : 



1.    Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti. 



Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "panglong ping 14 sasih kesanga" umat Hindu melaksanakan upacara Butha Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salahg satu dari jenis-jenis "Caru" menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya itu masing-masing bernama; Panca Sata (kecil), Panca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). 



Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisudha Bhuta Kala, dan segala 'leteh' (kotor), semoga sirna semuanya. 



Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari; nasi manca warna (lima warna) berjumlah 9 tanding/paket, lauk pauknya ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Bhuta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat. 



Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesui, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. 



Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar. 



Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotor) ke laut, serta menyucikan "pretima". DIlakukan di laut, karena laut (segara) dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, dan Pemuteran Mandaragiri). Selambat-lambatnya pada Tilem sore, pelelastian sudah selesai. 




2.    Nyepi 



Keesoka harinya, yaitu pada "panglong ping 15" (Tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini dilakukan puasa/peberatan Nyepi yang disebut Catur Beratha Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Beratha ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit. 



Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan 'matekep guwungan' (ditutup sangkat ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit). 



Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun barupun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni. 



Yang lebih penting dari dari pada perlambang-perlambang lahir itu (amati geni), sesuai dengan Lontar Sundari Gama adalah memutihbersihkan hati sanubari, dan itu merupakan keharusan bagi umat Hindu. 



Tiap orang berilmu (sang wruhing tatwa dnjana) melaksanakan; Bharata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadhi (menunggal kepada Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi), yang bertujuan kesucian lahir bathin). 



Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu, sehingga akan mempunyai kesiapan bathin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan Hari Raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti dirubah. 




3.    Ngembak Geni (Ngembak Api) 



Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Caka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain. 



Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Caka berakhir pada panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X), dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).